Kamis, 18 Desember 2014

Realitas Perjuangan Aktivis Mahasiswa



(19 Desember 2014)

Sore ini saya bertemu dengan seorang aktivis mahasiswa yang mengalami drop out dari kampus. Dia adalah Sugeng Wahyudi seorang mahasiswa di sebuah kampus di Jember. Keinginan saya untuk bertemu dia karena cerita dari beberapa sahabat. Kurang lengkap bila tidak mendengarkan langsung darinya. 

Belum begitu jelas alasan drop out yang menimpanya. Walaupun  ada sebuah titik cerah setidaknya mengenai indikasi berbagai kasus yang pernah dikawalnya. Mulai dari kasus transparansi dana praktikum di kampusnya, yang tidak menemukan kejelasan kemudian dihapuskan sampai kasus terberanya, yaitu

Kamis, 01 Mei 2014

Dilema kritik: antara kesadaran dan tindakan


oleh Imam Sunarto

Habermas: Tentang Kritik
Subjek dan objek, pertautan dua hal yang mulai awal kemunculan filsafat dan ilmu pengetahuan barat sudah bisa dilakukan tembacaan terhadapnya. Pada awalnya tidak ada yang terlalu dikhawatirkan terhadap kemunculannya karena sejauh hal itu untuk memberikan klasifikasi sederhana tentang manusia (rasio dan inderanya) dan sejauh keduanya diarahkan untuk mencapai pemenuhan kebutuhan, bukan keinginan manusia itu sendiri. Seperti ungkapan Mahatma Gandhi tentang ketiadaan batas keinginan manusia yaitu bahwa bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia bukan keinginannya. Namun pada perkembangannya apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan manusia menjadi semakin absurd. 

Kendali terhadap alam yang diindikasikan karena alam dijadikan objek sepenuhnya dan semakin menjadi semakin parah ketika sesama manusia itu dijadikan objek oleh yang lain, yang dalam hal ini juga bisa dikontrol dan dikendalikan oleh

Minggu, 06 April 2014

Sebatas Pengamen atau Pendakwah Jalanan


oleh Imam Sunarto

Hari ini sabtu (5/3) diantara terik yang mulai memendung, dan duduk santai ku di ruang depan dekat jendela. Ada seorang kakek pengamen tepat berada di depan kontrakanku Mastrip blog KP-10, dengan pakaian kusut dan lusuh dan langkah yang lunglai, peci hitam yang mulai agak kecokelatan dan sepotong sarung diselempangkan serta sebuah wadah plastik kecil dia pegang. Sekilas kuamati kakek ini terlihat lelah sekali, mungkin karena sudah menyusuri jalanan dari rumah kerumah hanya untuk mengharap belas kasih dari orang lain untuk sudi menyedekahkan sedikit rezekinya. Tanpa kemudian harus membenarkan sepenuhnya kondisi itu, namun bukankah ada hak orang lain dalam rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, khusunya untuk anak yatim, orang fakir miskin, dan ibn sabil (orang yang sedang dalam perjalanan mengharap ridho Allah).

Takjubku dengarkan, sang kakek dengan sembari membaca beberapa ayat dan nasehat-nasehat serta doa dari seorang kakek peminta-minta ini sungguh menyentuh. Dia seolah begitu memahami apa yang diakatakan dengan landasan

Sabtu, 18 Januari 2014

Mengengok Resolusi Jihad, menatap NKRI


oleh Imam Sunarto

“Bagi tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak (bersenjata ataoe tidak) yang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari Soerabaja, Fardloe ‘Ain hukumnya untuk berperang  melawan moesoeh oentoek membela Soerabaja..”

Begitulah penggalan kalimat resolusi jihad NU yang dicetuskan pada tanggal 22 Oktober 1945 sebagai buah keputusan yang dihasilkan dari Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur dan ditandatangani oleh Hadrotus Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari sekaligus menjadi pengobar semangat perlawanan terhadap penjajah, khususnya kaum muslim Indonesia. Kalimat yang sangat operasional ini merupakan kalimat yang dipelopori oleh

Kamis, 09 Januari 2014

Dampak laten dari aturan yang memasung kesadaran masyarakat perkebunan


Oleh Imam sunarto
(15 Nopember 2013)
Masyarakat perkebunan
Perkebunan, warisan kolonial sejak abad ke-18 yang masih mampu mempertahankan eksistensinya sampai dengan saat ini. sistem perkebunan ini erat kaitannya dengan kolonialisme dan modernisasi yang terjadi di Indonesia. Ekspansi kekuasaan kolonial pada abad ke-19 merupakan gerakan kolonialisme yang paling berpengaruh terhadap perubahan politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan di negara yang dijajah. Masuknya kekuasaan politik dan ekonomi Barat telah mengakibatkan terjadinya proses transformasi struktural dari struktur politik dan ekonomi tradisional ke arah struktur politik dan ekonomi kolonial dan modern.

Dengan segudang permasalahan yang sangat kompleks, seolah membentuk garis siklus yang tidak pernah terputus. letak geografis yang pada umumnya perkebunan jauh dari akses strategis untuk

Quo vadis Negara kita: Demokrasi Mati Lampu


oleh Imam Sunarto
Agenda penyelamatan partai menjadi urgen bagi siapapun yang merasa terlibat didalamnya, termasuk orang yang menempati pucuk pimpinan tertinggi dalam sebuah Negara seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam harian Kompas 09/02, bahwa “tekad kami ingin melakukan langkah cepat dan nyata bagi penyelamatan partai”.  Namun bagaimanapun penyelamatan partai yang tentu bukan hal yang mudah dihadapkan bersamaan dengan perannya yang ganda ini. Logika sederhana mengatakan bahwa seseorang tidak dapat berada di dua tempat dalam waktu yang bersamaan. Apalagi masih terdapat adu kekuatan didalamnya.
Dimensi partai politik memang tidak seperti lembaga lain yang bergerak tidak dibidang politik, ada misalkan industri, pendidikan, perdagangan, dst. dimana aktivitas mereka memiliki porsi yang jelas dalam