Minggu, 06 April 2014

Sebatas Pengamen atau Pendakwah Jalanan


oleh Imam Sunarto

Hari ini sabtu (5/3) diantara terik yang mulai memendung, dan duduk santai ku di ruang depan dekat jendela. Ada seorang kakek pengamen tepat berada di depan kontrakanku Mastrip blog KP-10, dengan pakaian kusut dan lusuh dan langkah yang lunglai, peci hitam yang mulai agak kecokelatan dan sepotong sarung diselempangkan serta sebuah wadah plastik kecil dia pegang. Sekilas kuamati kakek ini terlihat lelah sekali, mungkin karena sudah menyusuri jalanan dari rumah kerumah hanya untuk mengharap belas kasih dari orang lain untuk sudi menyedekahkan sedikit rezekinya. Tanpa kemudian harus membenarkan sepenuhnya kondisi itu, namun bukankah ada hak orang lain dalam rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, khusunya untuk anak yatim, orang fakir miskin, dan ibn sabil (orang yang sedang dalam perjalanan mengharap ridho Allah).

Takjubku dengarkan, sang kakek dengan sembari membaca beberapa ayat dan nasehat-nasehat serta doa dari seorang kakek peminta-minta ini sungguh menyentuh. Dia seolah begitu memahami apa yang diakatakan dengan landasan