Jumat, 19 Februari 2016

Deideologisasi dan Deorganisasi dalam Tubuh Mahasiswa



Dinyatakan dalam buku panduan kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (2014:54) dalam konteks gerakan kampus, deideologisasi dan deorganisasi gerakan kampus  atau mahasiswa akhir-akhir ini semakin mencuat. Kalau pada masa orde baru, deideologisasi dan deorganisasi mahasiswa dilakukan oleh Negara melalui penerapan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kegiatan Kemahasiswaan (NKK/BKK) kampus, kalau sekarang dilakukan dengan melalui sistem pasar.

Orientasi kampus lebih menitik beratkan pada penyelesaian kuliah dengan cepat dan nilai akademik, sedangkan pada sisi lain menafikkan organisasi kemahasiswaan. Sumber daya kampus yang akan melahirkan individu yang sukses tetapi

Sabtu, 13 Februari 2016

Mengenal Sumba: Kisah dari Teman Lama



Mentari sudah mulai meninggi, namun bumi Bondowoso masih diselimuti mendung. Udara yang masih terasa dingin belum juga tersentuh sinar mentari. Ditemani secangkir teh panas dan sepiring keripik singkong di ruang tamu, kami mulai bercerita tentang pengalaman masing-masing yang kami dapatkan.

Obrolan hangat bersama teman lama yang menyempatkan diri untuk pulang ke rumah Bondowoso, sebelum kembali lagi ke tempat perantauan. Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah tempat merantaunya selama

Sabtu, 06 Februari 2016

Wujud Kedewasaan Berorganisasi



Berorganisasi butuh sikap dewasa. Kedewasaan itu tertuang dalam keputusan yg bersifat individu maupun kelompok. Sehingga membawa organisasi dalam masa kematangan.

Ibarat kita tinggal di sebuah rumah, apabila ada kerusakan dalam tersebut, maka kita harus memperbaikinya. Sebelum kerusakan semakin parah dan bahkan bisa merusak rumah tersebut. Ketika ada suatu hal yang kita anggap keliru, maka kita harus berupaya untuk memperbaikinya, bukan meninggalkannya. Demikianlah hakikat berdakwah. Karena kalau

Selasa, 02 Februari 2016

Memahami Dinamika Sosial



Tidak ada sesuatu yg tidak mengalami perubahan (terutama konteks sosial) di dunia ini, hal itu adalah apa yg sering kita sebut dengan dinamika sosial. Sebuah pemahaman dalam pengantar sosiologi di semester pertama dalam dunia perkuliahan. Karenanya kita harus bersiap untuk selalu menyambut perubahan sosial yg sedang atau akan terjadi. Salah satunya dengan memahami realitas sosial yg terjadi seiring berjalannya waktu.

Bagaimana cara untuk memahami realitas sosial tersebut? Salah satunya lagi adalah dengan membaca. Berupaya meningkatkan pemahanan unt melakukan pembacaan terhadap fenomena sosial.

Dialektika antara pemahaman dan dan pembacaan terhadap  fenomena sosial tentu tidak akan sampai pada titik final. Pemahaman akan mengalami perkembangan penafsiran terhadap pembacaan, dan pembacaan akan mengembangkan pemahaman, demikian seterusnya.

Jadi apakah kita sudah bersiap menyambut perubahan-perubahan di waktu yg akan datang. Sudah bersiap atau tidak, waktu akan tetap datang pada kita.