Halal bihalal
Ramadhan telah berlalu, demikian juga dengan idul fitri.
Hampir seluruh masyarakat terutama yang beragama islam saling bermaaf-maafan.
Banyak juga warga masyarakat yang kemudian menyelenggarakan halal bihalal
bersama kelompoknya. Untuk menghidarkan diri dari hanya sebatas seremonial,
maka diperlukanlah pemahaman mengenai apa sebenarnya halal bihalal itu dan apa
hakikat kembali pada fitrah.
KH. M. Nur Hasan, M.Hum, dalam acara halal bihalal yang
diadakan oleh pengurus PMII Rayon FISIP UNEJ (7/7), menyatakan bahwa masing-masing kita (warga pergerakan)
dibentuk oleh pengalaman-pengalaman agar menjadi seorang kader yang berkarakter
sebagaimana diharapkan oleh nilai-nilai dasar pergerakan (NDP) yang jadikan
pedoman dan sekaligus harapan untuk
pribadi kader secara keseluruhan.
