Sabtu, 08 Juli 2017

Makna Kembali Pada Fitrah Bagi Warga Pergerakan





oleh Imam Sunarto


Halal bihalal
Ramadhan telah berlalu, demikian juga dengan idul fitri. Hampir seluruh masyarakat terutama yang beragama islam saling bermaaf-maafan. Banyak juga warga masyarakat yang kemudian menyelenggarakan halal bihalal bersama kelompoknya. Untuk menghidarkan diri dari hanya sebatas seremonial, maka diperlukanlah pemahaman mengenai apa sebenarnya halal bihalal itu dan apa hakikat kembali pada fitrah.

KH. M. Nur Hasan, M.Hum, dalam acara halal bihalal yang diadakan oleh pengurus PMII Rayon FISIP UNEJ (7/7), menyatakan bahwa  masing-masing kita (warga pergerakan) dibentuk oleh pengalaman-pengalaman agar menjadi seorang kader yang berkarakter sebagaimana diharapkan oleh nilai-nilai dasar pergerakan (NDP) yang jadikan pedoman dan sekaligus harapan  untuk pribadi kader secara keseluruhan.