Dinyatakan dalam buku panduan kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (2014:54) dalam konteks gerakan kampus, deideologisasi dan deorganisasi gerakan kampus atau mahasiswa akhir-akhir ini semakin mencuat. Kalau pada masa orde baru, deideologisasi dan deorganisasi mahasiswa dilakukan oleh Negara melalui penerapan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kegiatan Kemahasiswaan (NKK/BKK) kampus, kalau sekarang dilakukan dengan melalui sistem pasar.
Orientasi kampus lebih
menitik beratkan pada penyelesaian kuliah dengan cepat dan nilai akademik,
sedangkan pada sisi lain menafikkan organisasi kemahasiswaan. Sumber daya
kampus yang akan melahirkan individu yang sukses tetapi
tidak memilki kepekaan
sosial dan tidak mempunyai komunitas (organisasi). Inilah yang akan menjadi
tantangan organisasi mahasiswa kedepan, baik intra kampus maupun ekstra kampus
seperti,
Seperti halnya tesis
Daniel bell, tentang menciptakan masyarakat
tanpa ideologi, tanpa organisasi. Ukuran individu itu yang akan dilihat dari
kompetensinya. Ideologi kemudian bukanlah menjadi bahasan penting, jika perut
masih lapar. Organisasi bukanlah menjadi hal yang penting jika kompetensi dan
kesejahteran masih belum terwujud.
Jika ini yang terjadi,
maka kedepan, Bangsa ini hanya akan bertumpu pada liberalisme individu, bukan
pada kekuatan kolektif masyarakat. Sementara Bangsa ini didirikan atas prakarsa
munculnya berbagai organisasi dari komunitas kebangsaan berbasis suku, agama,
budaya, lalu menjadi Indonesia. Sumpah pemuda dan
perlawanan berbagai organisasi pada masa kolonial menunjukkan bahwa Bangsa ini
diperjuangkan atas dasar gotong-royong , kolektivisme, dan tradisi.
Oleh karena itu, PMII
sendiri harus berupaya mengantisipasi berbagai hal tersebut. pertama,
mengantisipasi munculnya otonomi gerakan yang berimplikasi pada tidak akan
jalannya disiplin kesamaan gerak, ideologi dan cara pandang dalam mencapai
tujuan organisasi. Kedua, liberalisasi organisasi yang akan berakibat pada
lemahnya komando, intruksi. Ketiga, harus mampu menjawab dan menurunkan secara
konsepsional antara memperkuat ideologi dengan kapasitas yang pada akhirnya
mahasiswa ber PMII akan mendapatkan tiga hal sebagai keunggulannya, yaitu: belajar
berorganisasi dan kepemimpinan, belajar pengembangan akademik dan belajar
berideologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar