Selasa, 22 Mei 2012

Masyarakat kapitalisme lanjut (refleksi dari film “IN TIME”)

Saat sistem yang memiliki legitimasi untuk menetapkan keteraturan namun hanya ada pada tangan-tangan tertentu, maka tinggal menunggu kapan waktu datang kehancurannya untuk masyarakat secara luas


Sebuah cerita yang mengisahkan tentang kapitalisme, khususnya yang dimaksud dengan kapitalisme darwin (survival of the fittes) kurang lebih begitulah, seperti yang di ungkapkan Philippe Weis dalam film tersebut. Namun kapital yang coba ditampilkan pada film tersebut bukanlah dalam bentuk uang, seperti yang terjadi pada masyarakat industri dan post-industri, melainkan dalam bentuk waktu. Mungkin hal ini masih merupakan imajinasi yang
berjarak cukup jauh dengan kenyataan saat ini.
Waktu menjadi sangat penting untuk dimiliki, yaitu untuk keberlanjutan hidupnya. Setiap manusia memiliki waktu (sisa waktu) yang ada pada tangan kirinya yaitu berbentuk jam yang berjalan mundur dengan 13 digit. Jam itu menunjukkan berapa lama lagi manusia itu dapat hidup, apakah satu detik, satu menit, satu jam, dst.
Film itu dibuka dengan kalimat  yang diungkapkan oleh pemeran utamanya yaitu Will salas, mengatakan: “Aku tidak punya waktu, aku tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan mengapa itu terjadi, itu memang sudah begitu. Saat ini waktu adalah uang, kami dapatkan lalu kami habiskan. Orang kaya bisa hidup selamanya sementara yang lain hanya ingin bangun dengan waktu lebih banyak ditangan dari pada waktu sehari.”
Bahkan ada manusia yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun, yaitu mereka yang memiliki waktu yang sangat banyak (kaum kapital) seperti Henry Hamilton dari New Grenich. Namun pada akhirnya Henry Hamilton mengatakan telah bosan dengan kehidupannya, dengan mengatakan: “Tapi ada saatnya kau mulai bosan, pikiranmu lel`h meskipun tubuhmu tidak, saat itulah kami ingin mati. Usia bisa abadi tapi harus ada yang mati.” Dia mengatakan hal tersebut kepada Will yang telah menolongnya dari para perampok waktu, kemudian Henry Hamilton memutuskan untuk memberikan hampir seluruh waktunya kepada Will da hanya menyisakan 4 menit waktunya untuk duduk diatas jembatan sebelum akhirnya waktunya habis dan diapun jatuh.
Henry juga sempat mengatakan kepada Will apa yang sebenarnya terjadi, yaitu tentang waktu yang ada pada masing-masing jam ditangan mereka: “Harga yang naik memastikan orang-orang harus ada yang mati, sebenarnya waktu lebih dari cukup, tak ada yang harus mati sebelum waktunya.” Artinya gambaran itu semakin jelas betapa kaum kapital melakukan penghisapan yang sudah terlampau jauh. Masyarakat yang berada di daerah miskin seperti ghetto harus bertarung dengan waktu dan bahkan dengan sesama untuk mempertahankan kelanjutan hidupnya.
Philippe Weis, manusia dengan satu juta tahun, dia adalah seorang kapitalis yang memiliki perusahaan dan bank dibanyak tempat. Sesaat dia bertemu Will di sebuah Casino dan megatakan: “Terkadang ada yang berpikir apa yang kita miliki itu tidak adil. Perbedaan antara zona waktu. Bukankah ini langkah maju logis untuk proses evolusi kita? Bagaimana kalau evolusi selalu tidak adil? Selalu terbaik yang akan bertahan.”
Namun Will tak pernah mempercayai kalimat itu, bahkan sangat membencinya. Baginya hidupnya dan hidup manusia yang dia yakini tidak ditakdirkan untuk seperti itu. akhirnya Will melakukan berbagai perampokan terhadap Bank milik Weis untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat miskin (mereka yang hanya memiliki sisa waktu sau detik, satu menit, dst.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar