Saat sistem yang memiliki legitimasi untuk
menetapkan keteraturan namun hanya ada pada tangan-tangan tertentu, maka tinggal menunggu
kapan waktu datang kehancurannya untuk masyarakat secara luas
Sebuah cerita yang
mengisahkan tentang kapitalisme, khususnya yang dimaksud dengan kapitalisme
darwin (survival of the fittes) kurang
lebih begitulah, seperti yang di ungkapkan Philippe Weis dalam film tersebut.
Namun kapital yang coba ditampilkan pada film tersebut bukanlah dalam bentuk
uang, seperti yang terjadi pada masyarakat industri dan post-industri,
melainkan dalam bentuk waktu. Mungkin hal ini masih merupakan imajinasi yang
berjarak cukup jauh dengan kenyataan saat ini.
berjarak cukup jauh dengan kenyataan saat ini.
Waktu menjadi
sangat penting untuk dimiliki, yaitu untuk keberlanjutan hidupnya. Setiap
manusia memiliki waktu (sisa waktu) yang ada pada tangan kirinya yaitu
berbentuk jam yang berjalan mundur dengan 13 digit. Jam itu menunjukkan berapa
lama lagi manusia itu dapat hidup, apakah satu detik, satu menit, satu jam,
dst.
Film itu dibuka
dengan kalimat yang diungkapkan oleh
pemeran utamanya yaitu Will salas, mengatakan: “Aku tidak punya waktu, aku tidak punya waktu untuk mengkhawatirkan
mengapa itu terjadi, itu memang sudah begitu. Saat ini waktu adalah uang, kami
dapatkan lalu kami habiskan. Orang kaya bisa hidup selamanya sementara yang
lain hanya ingin bangun dengan waktu lebih banyak ditangan dari pada waktu
sehari.”
Bahkan ada manusia
yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun, yaitu mereka yang memiliki waktu yang
sangat banyak (kaum kapital) seperti Henry Hamilton dari New Grenich. Namun
pada akhirnya Henry Hamilton mengatakan telah bosan dengan kehidupannya, dengan
mengatakan: “Tapi ada saatnya kau mulai
bosan, pikiranmu lel`h meskipun tubuhmu tidak, saat itulah kami ingin mati.
Usia bisa abadi tapi harus ada yang mati.” Dia mengatakan hal tersebut
kepada Will yang telah menolongnya dari para perampok waktu, kemudian Henry
Hamilton memutuskan untuk memberikan hampir seluruh waktunya kepada Will da
hanya menyisakan 4 menit waktunya untuk duduk diatas jembatan sebelum akhirnya
waktunya habis dan diapun jatuh.
Henry juga sempat
mengatakan kepada Will apa yang sebenarnya terjadi, yaitu tentang waktu yang
ada pada masing-masing jam ditangan mereka: “Harga yang naik memastikan orang-orang harus ada yang mati, sebenarnya
waktu lebih dari cukup, tak ada yang harus mati sebelum waktunya.” Artinya gambaran
itu semakin jelas betapa kaum kapital melakukan penghisapan yang sudah terlampau
jauh. Masyarakat yang berada di daerah miskin seperti ghetto harus bertarung dengan
waktu dan bahkan dengan sesama untuk mempertahankan kelanjutan hidupnya.
Philippe Weis,
manusia dengan satu juta tahun, dia adalah seorang kapitalis yang memiliki
perusahaan dan bank dibanyak tempat. Sesaat dia bertemu Will di sebuah Casino
dan megatakan: “Terkadang ada yang
berpikir apa yang kita miliki itu tidak adil. Perbedaan antara zona waktu.
Bukankah ini langkah maju logis untuk proses evolusi kita? Bagaimana kalau
evolusi selalu tidak adil? Selalu terbaik yang akan bertahan.”
Namun Will tak
pernah mempercayai kalimat itu, bahkan sangat membencinya. Baginya hidupnya dan
hidup manusia yang dia yakini tidak ditakdirkan untuk seperti itu. akhirnya
Will melakukan berbagai perampokan terhadap Bank milik Weis untuk kemudian dibagikan
kepada masyarakat miskin (mereka yang hanya memiliki sisa waktu sau detik, satu
menit, dst.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar